#Day4 Jagat Ta’aruf Week: Etika Bermedia Sosial & Putra Nababan

Hari ke-4 Jagat Ta’aruf Week nampaknya menjadi hari yang paling spesial bagi santri Pesantren Jagat ‘Arsy. Kenapa? Karena mereka mendapatkan banyak manfaat dari materi yang disampaikan langsung oleh Putra Nababan. Bagi anda yang terbiasa menonton berita lewat layar kaca RCTI tentu sudah tak asing lagi dengan namanya. Ya, beliau merupakan Jurnalis, News Presenter di program berita Seputar Indonesia RCTI, Founder & Chief Operating Officer IdTalent. Bertempat di Aula Bahrul Hayat Pesantren Jagat ‘Arsy, talkshow yang bertemakan “Dialog Interaktif Pendidikan: Pendidikan Berbasis Pengembangan Potensi Minat & Talenta Siswa” ini berlangsung dengan cukup meriah. Dibuka oleh penampilan dari anak-anak ekskul Tari Saman Jagat ‘Arsy, acara berlangsung dari Pukul 09.00-11.30 WIB dan ditutup dengan acara foto bersama narasumber. Benar-benar pengalaman langka, kan?

Tidak cukup sampai disitu, di hari ke-4 ini juga santri mendapatkan ilmu lain dari materi yang disampaikan oleh Mr Wisnu mengenai etika bermedia sosial. Materi ini dirasa sangat penting mengingat anak-anak tumbuh di era medsos yang seakan tak mengenal batas ruang dan waktu. Dan memang benar, UUD 45 Pasal 28F menyatakan yang intinya setiap orang berhak berkomunikasi, menggunakan segala jenis saluran, termasuk media masa online. Seperti yang kita tahu, komunikasi sosial memiliki fungsi untuk pembentukan konsep diri, pernyataan eksistensi diri, dan kelangsungan hidup. Namun begitu, berkomunikasi melalui media sosial, mau tidak mau, menimbulkan dua dampak sekaligus. Pertama, dampak positif, yaitu memperluas pertemanan, motivasi pengembangan diri, menjalin silaturahim, menambah ilmu pengetahuan & teknologi, dan pengembangan bisnis online. Kedua, dampak negatif, yaitu malas berkomunikasi dengan sekitar, mementingkan diri sendiri, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa, rawan tindak kejahatan, dan bisa menjadi media penyebaran konten pornografi.

Dengan kata lain, diperlukan suatu etika bermedia sosial yang menjadi panduan dalam melakukan aktivitas online agar dampak negatif bisa diminimalisasi. Berikut adalah etika bermedia sosial: (1) batasi membagi informasi seputar kehidupan pribadi; (2) hati-hati ketika check in place dan mengupdate lokasi; (3) tidak berbicara dan membagi konten yang memiliki unsur SARA dan pornografi; (4) hindari mengupdate status yang berhubungan dengan privasi; (5) bijak dalam mencantumkan personal information; (6) memperhatikan etika dalam berkomunikasi; (7) cek kebenaran berita; dan (8) hargai karya orang lain.

Itulah sedikit pengalaman berharga yang didapat anak-anak kita hari ini. Cukup seru, kan!?

Comments

comments

Leave a Reply