Over

120,000

Worldwide

Saturday - Sunday 08.00 - 17.00

Mon - Fri 8.00 - 18.00

Call us +6281 1154 3738

Perpulangan Bulanan

Istilah perpulangan ini sangat familiar bagi keluarga besar Pesantren Jagat ‘Arsy. Baik untuk guru, orang tua maupun santri. Moment ini adalah satu dari sekian moment yang sangat dinantikan.

Perpulangan menjadi sangat spesial, karena santri mendapat kesempatan untuk kembali ke rumah, bersilaturahmi, bercerita, bercengkrama dan bermanja ria bersama keluarga.

Mengizinkan anak untuk pulang dan menginap di rumah setiap bulan adalah salah satu kekhasan yang dimiliki oleh Pesantre Jagat ‘Arsy, yang mungkin berbeda dengan pesantren pada umumnya.

Disaat beberapa pesantren mengetatkan jadwal perpulangan, menjadi tiga bulan sekali, enam bulan sekali atau bahkan satu tahun sekali, Pesantren Jagat ‘Arsy mengedepankan seuatu yang berbeda.

Hal ini tentu dilakukan dengan pertimbangan matang dan juga melalui proses ijtihad yang tidak sebentar. Setidaknya terdapat tiga alasan sederhana.

Pertama, pertimbangan masa depan.

Disadari ataupun tidak, anak-anak menempuh masa berpesantren tidak selamanya. Suatu saat mereka akan kembali pulang ke rumah dan ke masyarakat. Untuk berkhidmat menjadi generasi yang bermanfaat membangun umat.

Jika meminjam istilah persekolahan, perpulangan bulanan merupakan kuis, atau semacam ujian harian untuk mengetahui sudah sejauh mana pelajaran yang di pesantren diterapkan.

Dalam rangka tes konsistensi inilah, kemudia Pesantren Jagat ‘Arsy, atas inisiatif Founder dan di gerakan oleh JASCA (orgasisasi siswa Jagat ‘Arsy) menggalakan program aku bangga menjadi anak soleh. Yaitu suatu program melakukan hal baik selama liburan.

Dalam tehnis pelaksanaanya, program ini dibawah koordinasi GPS (Guru Pembimbing Santri). Uniknya, orang tua bisa merequest program melalui GPS.

Dengan adanya program ini, diharapkan hal-hal baik yang sudah dilakukan selama di Pesantren terbawa ketika anak-anak sedang di rumah. Meskipun harus di akui, untuk membuat anak-anak konsisten melakukanya, memerlukan stratgei yang berbeda. Dan pada bagian ini peran orang tua adalah kunci utamanya.

Kedua pertimbangan psikologis.

Berbicara psikologi yang stabil pada manusia, tidak lepas dari yang namanya motivasi. Sumber motivasi sangatlah beragam. Bahkan dalam kasus tertentu seseorang membutuhkan lebih dari sekedar motivasi.

Bagi seorang anak terutama pada masa usia sekolah, selain cita-cita, orang tua merupakan sumber motivasi yang tidak bisa dianggap sebelah mata.

Percaya atau tidak, ketika anak berada di pesantren, dan sedang dalam kondisi tidak bersemangat, memandang photo orang tua, menyebutkan nama beliau-beliau dalam do’a menjadi sesuatu yang sangat berpengaruh dan berharga.

Karena peran yang sedemikian besar inilah, anak-anak memerlukan “me time” bersama orang tua, dalam moment perpulangan. Namun ada hal yang mesti orang tua sadari, bahwa cara untuk memotivasi tidak hanya dengan berdiskusi apalagi memarahi.

Tersadapat banyak strategi yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk senantiasa memotivasi putra dan putri tercinta. Dan sekali lagi, tidak selamanya hanya dengan nasehat dan marah-marah.

Ketiga adalah refreshing.

Boleh percaya atau tidak, salah satu moment bahagia anak pesantren adalah ketika menginjakkan kaki keluar pagar pesantren.
“Rasanya seneng aja, miss” jawaban salah satu seorang santri ketik saya berdiskusi terkait pagar.

Perpulangan adalah hal yang mewah, karena meninggalkan pagar dengan jarak yang jauh dan waktu yang cukup lama. Istilah sederhananya, jangankan pualng, beli cilok didepan gerbang saja sudah teramat membahagiakan.

Dinamika kehidupan berpesantren tidak ada selesainya, layaknya sebuah masyarakat yang terus tumbuh dan berkembang. Oleh karenanya membutuhkan strategi yang beragam.

Perpulangan bulanan adalah salah satu dari sekian banyak pertimbangan, untuk membuat santri semakin menikmati proses belajar, berproses menjadi santri, bersiap menjadi generasi agama dan negara serta peradaban dunia yang sholeh, sehat, sukses, kaya raya.

Alloh berkahi kita, semuanya, segalanya, selamanya. Amiin.

-ms. Umam-

Leave a Reply


Latest Posts