Over

120,000

Worldwide

Saturday - Sunday CLOSED

Mon - Fri 8.00 - 18.00

Call us

 

ORANGTUANYA MANUSIA

Melejitkan Potensi dan Kecerdasan dengan Menghargai Fitrah Setiap Anak

Banyak anak zaman sekarang lebih mudah terpengaruh lingkungan pergaulan teman-teman daripada terpengaruh orangtuanya. Orangtua memang merawat anak, memberi makan anak, menutupi anaknya dengan baju, tetapi tidak mendidik anaknya. Padahal 18 tahun pertama, sesungguhnya anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu hidupnya kira-kira 85% hampir di lingkungan keluarga. Jika keluarga tidak membentuk karakter-karakter positif maka akan ada pihak lain yang akan melakukannya, pihak lain itu dapat berupa teman sebaya, lingkungan pergaulan, ataupun media informasi.
Banyak orangtua yang punya anak, tetapi tidak menjadi orangtua untuk anaknya. Apabila para orangtua menjadi orangtua sebenarnya, yaitu menjadi orang tua manusia maka tidak akan kesulitan anak-anak kita menghadapi derasnya pengaruh zaman hari ini.
Kebutuhan emosi anak hanya bisa dipenuhi oleh perbuatan emosional juga dari orang tua sendiri. Bukan dipenuhi dengan mainan, jajanan, makanan, handphone, dan benda-benda materi lainnya. Orangtua tak sekedar memberi makan, perlindungan tubuh, tetapi juga emosi, jiwa dan mentalnya.

Bagian 1
Siapa Anak Kita?
Satu Anak Dua Dimensi
Sebagai orangtua, kita tidak hanya memperhatikan kebutuhan jasmani anak saja, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan rohani. Namun, kebanyakan orangtua terjebak dalam melihat perkembangan anak hanya jasmani dan mengabaikan kebutuhan ruhani.
Dalam ilmu psikologi perkembangan, ada dua dimensi juga yaitu fisiologi yaitu perkembangan anak pada jasmaninya. Dan dimensi psikologi melihat perkembangan anak pada kehidupan masyarakat yang mengarah pada perkembangan mental, daya nalar (kognitif), perasaan (afektif), dan aktivitas (motorik). Kedua dimensi ini sangat berhubungan dan saling berkaitan. Dan psikologi perkembangan anak juga bersifat sinambung, yakni proses perkembangan yang muncul pada satu periode, suatu saat tak tampak dan muncul kembali pada periode lainnya.

Fitrah Anak Cenderung pada Kebaikan
Setiap orang tua harus memiliki pola pikir bahwa setiap anak memiliki fitrah ilahiah, fitrah ini layaknya fondasi dalam sebuah bangunan, yaitu berupa ruh yang cenderung mengenal Tuhannya. Dengan fitrah ini, manusia sesungguhnya punya kecendrungan pada agama yaitu kecendrungan mutlak pada prilaku-prilaku baik. Dalam ajaran Islam, kecendrungan tadi dijelaskan melalui ayat-ayat al-Qur’an yaitu:

فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفٗاۚ فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡهَاۚ لَا تَبۡدِيلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ٣٠

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Q.S ar-Rum:30)

وَإِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِيٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَأَشۡهَدَهُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡۖ قَالُواْ بَلَىٰ شَهِدۡنَآۚ أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنۡ هَٰذَا غَٰفِلِينَ ١٧٢

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (Q.S al-A’raf:172)

Penyebab Manusia Berperangai Buruk
1) Melupakan tuhan, kebiasaan melupakan keberadaan Tuhan bisa menjadi sumber perangai buruk manusia karena Tuhan hanya diingat saat dibutuhkan, Tuhan hanya ada saat seseorang tertimpa kesulitan hidup.
2) Bangga, riya, dan sombong, orang yang bangga mengira bahwa dirinya punya kelebihan karena usahanya sendiri, dia lupa bahwa Tuhanlah yang telah memberikan nikmat kepadanya sehingga dia mampu melakukan sesuatu yang tidak dilakukan orang lain. Riya adalah memperlihatkan suatu amal kebaikan kepada sesama manusia. Dan sombong lebih cendrung menolak kebenaran yang datang dari pihak lain.
3) Tidak bersyukur dan mudah putus asa.
4) Kikir dan berkeluh kesah, orang kikir sering bekeluh kesah kepada orang lain dan merasa dia sebagai orang yang paling susah di seluruh dunia.
5) Melampaui batas, sesuatu yang berlebihan akan berdampak negatif.
6) Tergesa-gesa, merupakan cerminan seseorang yang kurang berpikir dan kurang hati-hati sehingga hilang kemantapan dan ketenangan dari kesabarannya.
7) Suka membantah
Apabila kita menghadapi perilaku anak yang buruk dan menyimpang maka aktifkan paradigma firah yaitu fitrah ilaihiah dan berdoalah kepada Tuhan untuk menjadikan anak kita menjadi anak yang lebih baik serta telitilah faktor dominan apakah yang menyebabkan anak berperangai buruk.

Anak Kita diantara Genetika dan Lingkungan
Faktor genetis merupakan transfer alamiah karekteristik orangtua kepada anak melalui sel-sel genetis(sel-sel kromoson) orangtua yang diturunkan kepada anak.

Pertumbuhan Gen Dipengaruhi Faktor Lingkungan
Pertumbuhan anak sudah dapat dilihat sejak dalam kandungan yang ditentukan oleh pertumbuhan gen dan lingkungan. Pada saat ibu hamil, faktor lingkungan kehidupan sang ibu sangat berpengaruh pada pertumbuhan bayi dalam kandungan, diantaranya nutrisi (makanan), tingkat stress, aktivitas, kondisi lingkungan dan tingkat spritual sang ibu. Pada saat bayi sudah lahir maka faktor lingkungan lain yang harus mendukung perkembanga anak adalah proses belajar atau pendidikannya.

Nutrisi
Ibu hamil yang mendapatkan asam folat (nutrisi berupa vitamin yang larut dalam air) pada dua bulan pertama maka anak yang dilahirkan cenderung terhindar dari kelambatan berbicara atau disleksia. Karena perkembangan janin dalam kandungan sangat dipengaruhi oleh lingkungan luar diantaranya konsumsi nutrisi tertentu oleh sang ibu. Nutrisi yang mengandung asam folat antara lain brokoli, kacang-kacangan, bayam, telur, avokad, gandum, susu, jeruk, stroberi, hati, sapi dan pisang.

Kebersihan Lingkungan
Seorang ibu hamil harus memastikan kesahatan dirinya dan kebersihan lingkungannya karena apabila lingkungan ibu tercemar sehingga menghirup udara beracun yang berbahaya begi kesahatan diri dan janinnya

Perkembangan Otak Anak
Otak adalah ciptaan Tuhan yang sangat dahsyat, jika saja manusia mampu mempelajarinya. Ilmu yang mempelajari seluk-beluk otak disebut dengan Brainomi sampai hari ini hanya sedikit manusia yang tahu tentang rahasia-rahasia otak.

Golden Age tak Mungkin Terulang Kembali
Pada saat anak berusia 4 tahun, separuh potensi intelektualnya sudah terbentuk sehingga apabila pada usia 0-4 tahun seorang anak tidak mendapatkan rangsangan otak yang tepat, kinerja otaknya tidak berkembang secara maksimal. Pada usia 8 tahun, kinerja otak anak berkembang mencapai 80% dan selanjutnya akan mencapai 100% pada usia 18 tahun. Maka usia 0-8 tahun ini ibarat fondasi pada sebuah bangunan, jika fondasi tersebut disusun dengan bahan-bahan yang baik dan teranyam kuat maka bangunan setinggi apapun yang di atasnya akan berdiri kukuh.
Jika orangtua gagal memberikan stimulus yang tepat, seperti membangun fondasi ala kadarnya untuk anaknya, maka pada masa remaja dan dewasa anak layaknya sebuah bangunan dengan fondasi yang rapuh. Jika menemukan persoalan dalam kehidupan maka anak tersebut akan mudah dikalahkan oleh masalah tersebut. Dan akhirnya dia tidak punya semangat menyelesaikan masalahnya dan berkarya dalam kehidupannya.

Budaya Berhenti Kerja bagi Ibu Hamil di Jepang
Di Jepang, pendidikan anak usia dini mendapat porsi yang cukup penting, seperti fakta berikut ini:
1) 99% wanita hamil di Jepang memilih berhenti bekerja untuk berkonsentrasi pada janiin dalam kandungannya.
2) Wanita Jepang diwajibkan oleh UU Kesehatan Anak-Ibu untuk mendaftarkan kehamilan mereka dan didorong untukn waspada terhadap kehamilan mereka, serta mendapatkan buku pegangan kesehatan ibu dan anak Boshi Techo.
3) Lebih dari 90% kehamilan terdaftar sebelum usia 20 minggu, minimal kunjungan ke dokter kandungan adalah 14 kali hingga usia kehamilan 36 minggu.

Setiap Bayi Mendapat Baby Box di Finlandia
Secara resmi, pemerintah Finlandia akan memberikan hadiah kelahiran kepada setiap bayi yang baru lahir berupa baby box secara Cuma-Cuma. Bingkisan itu berisi pakaian untuk bayi berbagai musim, selimut, handuk, kantung tidur, kasur, sikat rambut, gunting kuku, buku gambar, dan beberapa mainan bayi yang dapat digunakan sampai bayi berusia 2 tahun.

Anak itu Raja, Pembantu, dan Wazir
Dalam tujuh tahun pertama, anak adalah raja, tujuh tahun kedua menjadi pembantu (yang harus taat dalam menjalankan perintah), sedangkan tujuh tahun ketiga, menjadi wazir (mentri) yang bertanggung jawab kepada tugas-tugasnya. Ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW: “Biarkanlah anak-anak kalian bermain dalam tujuh tahun pertama, kemudian didik dan bimbinglah mereka dalam tujuh tahun kedua, sedangkan tujuh tahun berikutnya jadikan mereka bersama kalian dalam musyawarah dan menjalankan tugas.
Keluarga adalah miniatur negara, bayangkanlah jika anda punya wazir di rumah maka akan sangat membantu, anak yang berstatus wazir punya hak dan ruang lingkup kewenangan musyawarah dan bersama menjalankan tugas atau kerja sama.

Setiap anak yang dilahirkan mempunyai fitrah Ilahiyah, yaitu kekuatan untuk mendekati Tuhan dan cenderung berprilakuu baik. Ibarat bangunan, fitrah adalah fondasi sehingga bangunan (manusia) yang berdiri diatasnya mestinya adalah bangunan kebaikan dan jika terjadi sebaliknya, pasti ada faktor penyebabnya.

Jagat Arsy, 11 Desember 2019

Aisyah, S.Pd.I

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: