Mengenal Lebih Dekat Sang Presiden Jasca “Usamah Farhan Maulana”

Usamah Farhan Maulana atau kerap disapa Farhan lahir di Jakarta, 15 April 2004. Ia adalah seorang siswa kelas XI IPA SMA Jagat Arsy. Hobinya diantaranya adalah bermain futsal, bermain gitar, dan membaca buku. Farhan bisa dibilang memiliki andil yg cukup besar dalam berlangsungnya kegiatan di Jagat ‘Arsy saat ini dikarenakan Ia adalah seorang Presiden Jasca Periode 2020/2021.
Terhitung ia sudah dua kali menjabat menjadi Presiden Jasca. Pertama adalah ketika saat kelas VIII SMP (Presiden Jasca SMP Periode 2017/2018), Dan yang kedua adalah saat ini, Presiden Jasca Periode 2020/2021.
Diantara teman – teman angkatannya, Farhan termasuk salah satu siswa yang sering di ‘tua’kan. Maksudnya, teman-temannya sering kali meminta saran dan masukan dari Farhan, Karena dia termasuk salah satu siswa yang sudah masuk di Jagat ‘Arsy sejak kelas VII SMP. Apalagi sekarang menjabat menjadi Presiden Jasca, sehingga teman-temannya banyak yang menaruh respect kepadanya.
Ketika ditanya alasan kenapa ia ingin menjadi seorang Presiden Jasca, Farhan mengungkapkan bahwa ia ingin melatih kepemimpinannya, karena ternyata ia sudah punya pemahaman bahwa di masa depan seorang pria akan menjadi pemimpin, mau itu dikeluarga ataupun dalam berorganisasi. Jadi, mau tidak mau ia harus belajar leadership dari sekarang. Ia juga menambahkan bahwa ia tidak ingin menjadi pengekor, tapi ia ingin menjadi seorang leader.
Keinginan Farhan menjadi seorang pemimpin muncul setelah masuk di SMP Jagat Arsy. Karena memang ketika SD ia belum ada kesempatan untuk belajar berorganisasi, tapi di Jagat ‘Arsy ini ia bisa mengexplore kemampuannya dalam berorganisasi dan menjadi seorang pemimpin.
Salah satu motivasi yang paling besar Farhan dalam menjadi seorang leader datang dari ibundanya yang merupakan seorang CEO di salah satu perusahaan yang ada di Indonesia.
Farhan berkeinginan untuk mencontoh bundanya. _”Bunda aja yang perempuan bisa memimpin banyak orang, masa anaknya yang cowok enggak bisa…”_ Ujarnya.
Melihat itu, Akhirnya Farhan pun termotivasi untuk menjadi seorang leader yang lebih baik.
Selain dari bundanya, Farhan pun banyak mempelajari cara leadership dari Ayahnya, Presiden-presiden Jasca sebelumnya dan Kakaknya yang dua tahun sebelumnya pernah menjadi Presiden Jasca juga.
Jadi, ketika ditanya siapakah influence yang paling berpengaruh terhadap kinerjanya dalam memimpin, Farhan mengungkapkan bahwa tak ada tokoh spesifik yang diidolakan olehnya melainkan ibundanya sendiri.
Untuk menambah pengetahuannya terkait kepemimpinan dan berorganisasi, Farhan sering diikutsertakan dalam seminar-seminar leadership yang sering diadakan di Jagat ‘Arsy dengan berbagai Narasumber yang expert di bidangnya, salah satunya seorang public speaker yang bernama Syafi Efendi.
Farhan bersyukur karena selama menjadi seorang presiden Jasca, ia banyak di support oleh Guru-guru dan teman-teman sekolahnya.
Di Jagat ‘Arsy ini, ada Guru Pembimbing khusus yang selalu mengarahkan dan memberikan masukan-masukan terhadap program-program yang dikelola oleh Jasca. Untuk saat ini Guru pembimbing Jasca adalah Coach Titin. Beliau sangat andil dan supportive dalam berbagai kegiatan yang diadakan oleh Jasca. Contohnya adalah pada saat acara Jarvice. Sebelum membuat kegiatan apapun, Farhan dan pengurus Jasca lainnya sering kali meminta pendapat dan masukan dari Coach Titin. Kemudian ketika ada problem, Coach Titin selalu ada serta membantu dalam menyelesaikan problem tersebut dan yang membuat Farhan bersyukur adalah karena Coach Titin selalu memperhatikan secara keseluruhan.
Banyak hal positif yang diambil oleh Farhan ketika menjabat menjadi Presiden Jasca. Diantaranya adalah Ia sekarang menjadi lebih bijak dalam memutuskan sesuatu, lebih bisa menghadapi banyak orang yang berbeda-beda karakter, mempunyai skill problem solving yang lebih baik dan lebih cepat, dan memiliki self awareness yang lebih baik, karena tentunya ia sering berada di situasi yang menjadi pusat perhatian. Contohnya ketika memberikan presentasi atau berbicara dalam suatu kelompok.
Seperti yang kita ketahui, dalam berorganisasi tentunya akan selalu ada problem yang datang menghampiri. Begitu pula di Jasca, Dalam menghadapi berbagai problem Farhan sebisa mungkin berusaha untuk tetap tenang dan bijak dalam mengambil keputusan. Contohnya adalah ketika membuat acara “Cafe Satu Malam”. Saat itu muncul problem kurang cepatnya penanganan dalam penyajian makanan untuk tamu. Solusinya, ketika membuat acara selanjutnya, ia pun membuat konsep prasmanan dalam menghidangkan makanan kepada para tamu yang hadir sehingga penyajian makanan lebih efisien.
Problem lainnya yaitu ketika kedisiplinan anak-anak dalam ikrar mulai menurun, Farhan dapat berkoordinasi dengan Guru Asrama dengan baik, kemudian menekankan semua member Jasca untuk ambil bagian dalam piket mengarahkan teman-temannya untuk ikrar tepat waktu. Kalau sebelumnya ministry disiplin saja yang mengarahkan, tapi sekarang semua member Jasca dapat bagian untuk piket mengarahkan siswa – siswi untuk datang ikrar lebih cepat.
Ketika ditanya tentang suka dukanya menjadi seorang presiden, Farhan mengungkapkan suka-nya adalah ketika Ia bisa mendapatkan banyak pengalaman yang berharga dan pembelajaran baru dalam berorganisasi. Ia pun sangat bangga menjadi bagian yang membawa Jagat ‘Arsy menjadi lebih baik. Duka-nya ia berujar hampir tidak ada, karena ia melakukan semua itu dengan sepenuh hati. _”Mungkin yaa cuman merasa lebih cape aja sih dibanding dengan tidak menjabat jadi Presiden, tapi ya itu adalah tanggung jawab saya dan sebisa mungkin saya harus hadapi”_ ujarnya.
Hal menarik lain semenjak Farhan menjadi Presiden Jasca adalah ia bisa membagi waktunya dengan baik. Baik itu dalam mengurus organisasi, amaliyah maupun akademiknya. Yang paling terlihat adalah berkaitan dengan kegiatan amaliyahnya. Semenjak menjadi Presiden, Farhan justru terlihat banyak mengalami peningkatan dalam hal amaliyah, seperti berangkat ke masjid lebih awal, hafalan amaliyah yang meningkat, lebih banyak berdzikir, dan lebih banyak sharing dengan Guru Asrama, sehingga amaliyahnya semakin disiplin.
Untuk kesibukan sekarang farhan sedang fokus dalam mengikuti olimpiade biologi. Farhan sendiri yang mengajukan diri untuk ikut dalam olimpiade tersebut. Ia memang sangat menyukai pelajaran apapun yang berhubungan dengan kedokteran, Karena berkaitan dengan cita-citanya untuk menjadi seorang Dokter. Mengenai cita-citanya tersebut, Farhan pun sempat ikut perlombaan Konselor Sebaya PKPR (Program Kesehatan Penyuluhan Remaja). Dan menjadi juara 3 tingkat Tangerang Selatan.
Nah, dengan mengetahui semangat Farhan dalam menjadi seorang Presiden Jasca yang bisa membagi waktunya dengan baik, semoga bisa menginspirasi kita semua untuk selalu semangat dalam belajar dan menjadi pemimpin. Karena kita semua akan menjadi pemimpin, mau itu pemimpin di keluarga, organisasi atau pemimpin untuk diri kita sendiri.
Farhan’s Quote : _”Hidup Itu pilihan, Pilihan itu ada di hati kecil kita”_

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *