Over

120,000

Worldwide

Saturday - Sunday CLOSED

Mon - Fri 8.00 - 18.00

Call us

 

Jaga Kesehatan Mental saat Pandemi Melanda

Berita tentang virus Covid-19 terus bermunculan di mana-mana. Sejak ditemukannya kasus pertama di Indonesia, masyarakat Indonesia semakin menyadari tentang bahayanya virus tersebut dan semakin menjaga kebersihan serta kesehatan dirinya. Beberapa orang mulai menggunakan masker dan membawa hand sanitizer saat berpergian, terutama saat memakai transportasi umum.

Derasnya arus pemberitaan di media terkait virus Covid-19, sedikit banyak mempengaruhi kondisi psikis warga Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan panic buying´yang sempat terjadi. Masyarakat juga mulai ramai membeli hand sanitizer sehingga pada akhirnya terjadi kelangkaan hand sanitizer dan membuat harga barang tersebut melonjak tinggi. Masyarakat mulai merasakan khawatir, cemas bahkan takut terjangkit virus tersebut. Berbagai pesan berantai pun bertebaran di segala media online dengan tujuan memperingatkan orang lain. Masyarakat juga mulai takut menggunakan transportasi umum dan takut berdekatan dengan orang yang tiba-tiba batuk atau bersin.

Saat ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang menghimbau warganya untuk mengurangi mobilitas di luar rumah. Pemerintah menghimbau masyarakat agar bekerja dari rumah. Aktifitas belajar-mengajar siswa-pun dilaksanakan dari rumah. Bahkan pemerintah melarang masyarakat berkumpul dengan lebih dari 10 orang dan polisi mulai aktif membubarkan orang-orang yang membuat perkumpulan atau keramaian.

Paparan berita yang tiada hentinya ditambah dengan ruang gerak yang terbatas semakin menambah perasaan-perasaan cemas dan khawatir. Perasaan-perasaan tersebut jika dibiarkan akan mengganggu kesehatan mental dan memunculkan gejala psikosomatis. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), psikosomatis didefinisikan dengan gejala-gejalan badan yang timbul karena faktor psikologis. Singkatnya, psikosomatis berarti perasaan cemas, takut dan khawatir justru muncul berupa gejala-gejalan pada tubuh, seperti jantung yang berdebar kencang saat harus membeli kebutuhan ke luar rumah, tenggorokan yang terasa gatal atau merasa demam secara tiba-tiba.

Beberapa cara dalam menjaga kesehatan mental kita adalah

  1. Akui perasaan tersebut

Terima bahwa anda memang dalam keadaan yang tidak menyenangkan. Terima bahwa anda merasakan kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan. Akui bahwa perasaan-perasaan tersebut adalah diluar kendali kita. Sadari bahwa perasaan-perasaan tersebut sangat mungkin untuk dirasakan juga oleh orang lain serta adalah hal yang normal jika anda merasakan perasaan-perasaan tersebut.

  1. Sharing

Ungkapkan perasaan-perasaan tersebut dengan orang yang dipercaya. Ceritakan apa yang sedang dirasakan. Jelaskan mengapa perasaan tersebut muncul. Sejak kapan perasaan tersebut terasa. Jika perasaan-perasaan tersebut pada akhirnya mengganggu keberfungsian kita sebagai manusia, mengganggu kita dalam beraktifitas, membuat kita tidak mampu bersosialisasi dengan orang lain, maka segeralah meminta bantuan orang yang lebih professional

  1. Cari Sumber kebahagiaan dan lakukan

Tidak dapat dipungkiri bahwa aktifitas atau kegiatan yang kita sukai tidak akan terasa bosan walaupun dilakukan berulang-ulang. Justru kita akan merasa bahagia. Perasaan cemas, khawatir dan takut akan teralihkan bahkan hilang saat kita merasa bahagia. Maka carilah kegiatan yang disukai dan lakukan. Jika anda menyukai mendengarkan musik, maka ambilah waktu untuk mendengarkan musik, jika suka berolahraga, maka lakukanlah olahraga ringan yang bisa dilakukan di halaman rumah. Jika menyukai memasak maka memasaklah, ambilah waktu untuk mencoba resep-resep baru yang anda temukan. Jika menyukai membaca buku, ambilah waktu untuk membaca buku yang belum sempat dibaca.

  1. Keep in touch

Luangkanlah waktu untuk tetap bergaul, mengobrol dan bercanda dengan teman. Bisa membicarakan topik apa saja yang anda dan teman anda sukai. Hal tersebut mampu membuat perasaan-perasaan cemas, khawatir dan takut menjadi teralihkan. Ambilah waktu sejenak dengan berkumpul dengan keluarga di rumah. Mengajak orang terdekat berbicara. Gunakanlah berbagai aplikasi untuk memudahkan kalian dalam berkomunikasi

  1. Istiqomah mendekatkan diri kepada Allah

Sebagai seorang muslim, tidak ada tempat mengadu terbaik selain kepada Allah. Dekatkanlah diri kepada-Nya. Sholat dan berzikirlah. Semakin dekat dengan Allah akan membuat kita mampu menghadapi kesulitan-kesulitan, perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan juga akan hilang dan berganti dengan perasaan tenang dan damai. Kedekatan dengan Allah akan membuat kita mensyukuri segala dan melihat segala sesuatunya dari sudut pandang yang positif

  1. Kurangi Intensitas membaca berita yang membuat kita cemas

Tidak masalah untuk update dengan perkembangan kasus yang sedang terjadi, namun, sebelum membaca, tanyakan dahulu kepada diri sendiri, apakah dengan membaca ini saya menjadi lebih waspada dan hati-hati atau malah justru membuat saya menjadi cemas dan takut?. Tanyakan pada diri sendiri apakah saya memerlukan informasi tersebut atau tidak. Kurangi membaca informasi yang membuat kita takut dan khawatir dan alihkan dengan kegiatan positif lainnya seperti membersihkan rumah, berolahraga, memasak ataupun menonton film.

  1. Saring dan imbangi informasi yang didapat

Banyaknya berita yang tersebar terkadang membuat kita bingung untuk membedakan berita yang memang valid dan benar atau hanya berita bohong semata. Carilah sumber yang memang bisa dipercaya dan bacalah informasi dari sumber tersebut. Banyaknya berita negatif yang beredar membuat kita juga akan menyerap energi negatif yang akhirnya menimbulkan rasa cemas, khawatir dan takut. Oleh karena itu, imbangilah berita yang and abaca dengan berita-berita positif agar anda merasa lebih tenang dan mampu melihat segala sesuatunya dari dua sisi.

 

By : Haflatul Ursyiah

 

Comments

comments

One Response to “Jaga Kesehatan Mental saat Pandemi Melanda”


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: