Agar perpulangan lebih menyenangkan

Agar perpulangan lebih menyenangkan… 😁

Ternyata urusan rindu menggebu benar-benar tidak bisa dianggap sebelah mata. Betul apa yang dibilang bang Dilan kalau rindu itu berat, tetapi ternyata bukan hanya doi yang kuat, masih ada lagi yang lebih kuat darinya.

Dan beliau-beliau itu adalah para orang tua santri yang ikhlas tidak berjumpa dengan putra putri tercinta selama 40 hari lamanya. Terlebih para orang tua santri baru, yang pertama mengantarkan putra-putrinya ke Jagat ‘Arsy bulan Juli lalu.

Akhirnya, hari yang dinantipun tiba. Jadwal perpulangan yang sekian lama ditunggu sampai juga. Meskipun hanya tiga hari lamanya.

Sependek pengalaman kami, biasanya, menghadapi perpulangan setelah penantian lama begini, orang tua santri secara garis besar terbagi dalam tiga kelompok besar.

Kelompok pertama adalah orang tua yang sudah mempersiapkan list aktivitas yang akan dilakukan selama perpulangan. Mulai dari ngemoll, makan, kunjungan ke sanak keluarga sampai pada belanja apa-apa yang akan dibawa ketika kembali, pulang ke Jagat.

Kelompok kedua adalah orang tua yang lebih santai, tidak terprogram dan melihat situasi dan kondisi untuk kemudian memutuskan aktivitas apa yang akan dilakukan selama liburan.

Sedang kelompok yang ketiga adalah, orang tua yang mengkombinasikan kelompok pertama dan kedua.

Dikelompok manapun ayah bunda berada akan ada banyak perubahan pada ananda yang bisa jadi membuat ayah bunda senyum-senyum seneng plus geli karena lucu, atau mengernyit karena heran, atau terbelalak karena kaget bahkan tahan dan ambil nafas karena tidak percaya, dan mungkin akan muncul ekpresi lain yang tidak disangka.

Dan mohon dipersiapkan hati untuk lebih lapang dan dada agar lebih tenang, karena fakta yang akan sampai ke ayah bunda tidak semua positif, akan ada beberape cerita tidak enak yang juga akan menjadi bumbu penyedap rasa dan aroma.

Agar liburan tetap ceria, berikut beberapa tips dari kami.

♥️Menjadi Artis Profesional

Air mata akan menjadi ekpresi pertama ketika ayah bunda bertemu dengan ananda tercinta. Terutama untuk orang tua kelas 7.

Tidak membutuhkan alasan memang, tapi dia akan menyeruak sesukanya sehingga tiba-tiba telah memenuhi pelupuk mata. Mari berakting untuk tidak menangis.

Dan jika tidak bisa mohon siapkan tisu atau alat penyeka lainnya, lebih keren kalau kita bisa menahan air mata.

Dan jika tak tertahan pula, mari sampaikan kepada ananda bahwa ini adalah air mata bahagia. Sampaikan terus terang, ucapkan terima kasih, kalau ayah bunda bangga ananda melalui masa 40 hari pertama tanpa ada hal yang tidak bisa diselesaikan.

Jangan sampai air mata yang tertumpah, disalah artikan oleh ananda yang bisa berujung modus untuk mengabulkan apa yang diinginkannya.

♥️Putri tidur dan pangeran pemimpi

Sependek pengalaman kami, anak-anak ketika pulang akan mendekam di kamar, dan memilih tidur dalam waktu yang sedikit lebih panjang, rasanya pulang dari pesantren mendadak mereka menjadi putri tidur dan pangean pemimpi.

Jika, ayah bunda menemukan ananda dengan jam tidur yang panjang, mohon tahan nafas sesaat lalu hembuskan, mohon tidak tergesa-gesa “menyanyi rindu” dengan nada mengomel dan memarahi.

Karena mereka akan kompak menjawab “mama ngga pernah ngerasain jadi santri sih, capek tahu” ataupun jawaban sejenis lainnya.

Untuk mengantisipasi hal ini, sebaiknya disampaikan apa aktivitas yang akan dilakukan hari itu dan dibikin semacam perjanjian akan dibangunkan jam berapa.

Supaya tidak banyak drama pada perpulangan yang hanya 3 hari saja.

♥️Lho kok, lho kok dan lho kok….

Setiap orang tua memiliki ekspektasi terhadap anaknya, tak terkecuali ekspektasi selama di pesantren.

Jika tiba-tiba ananda di rumah mengajak sholat berjamaah, atau ngajak sholat ketika sedang di mall, atau tiba-tiba berdzikir dengan suara keras, lantang dan lama, dan perubahan baik lainnya, mohon kerjasaama ayah bunda dengan memberikan apresiasi, memuji dan mengucapkan terima kasih.

Tapi jika sebaliknya, meminta hal-hal yang tidak biasa, mengucapkan kata-kata kasar yang tidak pada tempatnya, masih enggan untuk diajak beramaliah, masih suka bermain hp berlebihan, atau hal yang tidak produktif lainnya, yang munurut kita, tidak seusuai dengan akhlak seorang santri mohon tarik nafas sebentar, silahkan di noted, lalu ketika suasana telah tenang, mohon disampaikan kepada ananda.

Akan tetapi untuk hal-hal tertentu yang tidak tolerable, mari kita tegur secara on the spot, tegur saja ya, “nyanyian rindu” yang menjadi buntut teguran itu, kita sampaikan nanti, kalau sudah memungkinkan.

Jika “nyanyian rindu” yang panjang dan lama itu kita sampaikan on the spot, percayalah, tiga hari liburan akan menjadi tidak nyaman.

“Lho kok ….. Kan…. ”

Akan sering ayah bunda temuin dalam berbagai aktivitas. Contohnya tahajud. “Lho kok ngga tahajud, kan kalo di Jagat tahajud”.

Ada juga tentang sholat berjamaah, makan sambil berdiri, memaksakan keinginan akan sesuatu, bersih-bersih diri dan kamar dan lainnya.

Hal-hal yang diprogramkan di Jagat gagal dilaksanakan di rumah. 🤭

Saran kami, jika ayah bunda tidak ingin mengalami bagian ini silahkan bawa coach yang di dorm ikut perpulangan di rumah. 😁

Tapi karena itu tidak mungkin, cukuplah ayah bunda yang berperan seperti guru asrama.

Contoh tahajud, selain membangungkan, asrama juga memiliki aturan main dan konsekuensi.

Tips membuat aturan main di rumah dan memunculkan konsekuensi dalam batas yang wajar, juga direkomendasikan oleh pakar parenting.

Dan aturan main sejenis tidak hanya untuk hal-hal amaliah, tapi bisa juga untuk hal-hal terkait penggunaan hp, main game, bahkan beberes kamar.

Jadi supaya tidak banyak muncul “lho kok … Kan…” selama liburan, mari kita munculkan aturan main selama liburan.

♥️ Drama Kehilangan
Untuk menghadapi point ini, terutama santri laki-laki, mohon ayah bunda lebih bijak dalam mensikapi.

Sebagaimana emak-emak pada umumnya, emak santripun akan sangat teliti dengan kondisi ananda dan semua inventaris pribadinya. 😁

Dan dengan gaya dan caranya ananda akan menyampaikan dalih supaya kehilangan tersebut bukan karena kelalain dia.

Sandal hilang, piring dipinjam kakak kelas, buku dipinjam teman, kaos kaki ngga tau dimana tiba-tiba ngga ada, botol tadinya di tas pas balik lagi ngga ada. Dan cerita sejenisnya.

Jika ananda mengalami kejadian sebagaimana di atas, mohon tahan diri sebentar dan tetap berkhusnudzon, karena kami yakin betul bahwa para guru tidak pernah mengajarkan anak untuk menggunakan barang orang lain tanpa izin.

Mohon ananda ditanya dulu, bisa jadi ananda lupa meletakkan barang, atau lupa menamai perlengkapannya, sehingga kalau ada yang menemukan tidak tahu harus dikembalikan kemana, atau bisa jadi kita sebagia orang tua senantiasa mengganti dan menyediakan ulang setiap barang-barang yang hilang tadi sehingga anandapun akan menganggap enteng urusan kehilangan.

Karena kami terlampau sering menemukan barang-barang tertinggal dibanya spot, parahnya lagi, meskipun ada nama, beberapa santri tidak mau mengambilnya kembali. 😝

Untuk mengantisipasi nyesek yang berkepanjagan, mari kita belikan anada perlengkapan dengan harga yang rendah, sehingga ketika lengah kita tidak terlalu menyesal.

Berikutnya adalah dengan memastikan bahwa semua perlengkapan anak kita telah ditandai. Sehingga kita kami menemukan barang-barang tersebut tergeletak di suatu tempat, kami tahu mesti kepada siapa itu dikembalikan.

Dan jika kami menemukan santri menggunakan sesuatu yang tidak sesuai dengan nama yang tertera, bisa langsung kami follow up.

♥️ Modus
Ayah bunda, kekhawatiran terbesar kami adalah ketika ada santri yang pindah karena tidak betah, dan ini rawan sekali terjadi utamanya santri baru.

Biasanya ada beberpa modus yang dicoba-coba oleh santri. Dan kalau orang tua tidak teguh, akan kalah dengan kegigihan ananda.

Modus pertama adalah menangis.
Tiba-tiba nangis, ditanya dijawab dengan tangisan, diajak bicara juga dijawab dengan tangisan, dan apapun diekspresikan dengan menangis.

Biasanya ketika dalam titik ini, orang tua akan mencoba menghibur dengan menjanjikan banyak hal 🤭

Mohon strategi janji-janji seperti tidak digunakan secara brutal tetapi selayaknya saja.

Contoh, ada santri yang tidak betah kemudian orang tua menjanjikan, ngga papa nanti kamu setahun aja, akhirnya ketika kenaikan kelas sang anak menagih karena pernah dijanjikan sebelumnya.

Tapi jika janjinya yang mendukung santri sangat kami sarankan.

Contohnya, ketika mau berangkat kembali ke Jagat dan santri ngadat, tolong di janjikan, nanti kalau kakak puasa Senin Kamis bunda Go food-in deh, atau kalau kakak khatam baca qur’an kuotanya mama tambahin ya, dan hal lain lain yang sejenisnya.

Modus kedua adalah menjadi detektif.
Demi keinginan pindah, semua hal tentang Jagat di ceritakan, parahnya hal yang diceritakan adalah hal-hal yang kurang baik.

Kegiatan apapun itu, dilihat dari sisi negatif dan jadilah tampak negatif.

Misalnya, mengeluhkan tentang jam istirahat yang kurang, masa cuman tidur sekian jam kan idealnya sekian jam, padahal doi kalau jam tidur asyik ngobrol akhirnya berat banget untuk bangun tahajud.

Atau menceritakan tentang obrolan teman atau kakak kelas yang menggunakan kata-kata kasar, padahal kalau dia tidak nyaman pergi aja dan tidak usah nimbrung.

Bisa juga cerita tentang coach A yang begini, coach B yang begitu coach C yang begini begitu, padahal itu pendapat sepihak anak-anak belum tentu memang seperti itu.

Dan banyak lagi cerita lainnya yang lebih seru.

Ayah bunda…
Mohon tetap tenang dengan semua yang muncul dari ananda kita tercinta.

Cukup ambil hp, buka note kemudian mari klasifikasikan gejala yang muncul.

Jika yang muncul berawal dari pribadi anak kita, mari sedikit lebih bersabar. Karena anak-anak bukan adonan donat yang bisa dibentuk sesuai selera kita dalam tempo sesingkat-singkatnya. 😊

Komunikasikan yang menjadi noted ayah bunda kepada para GPS dan juga kepada anaknya. Sampaikan harapan ayah bunda terhadap ananda, sehingga ananda dapat berproses mengarah yang sesusai dengan ekspektasi ayah bunda.

Jika gejala yang muncul berhubungan dengan manajemen, mohon disampaikan kepada tim manajemen, kepala sekolah dan jajarannya.

Jika ayah bunda memiliki pandangan pribadi tentang masalah tersebut, mohon disampaikan dan didiskusikan dengan kami, bukan ananda, karena tsimulan tersebut bisa jadi menimbulkan respon yang tidak sesuai dari ananda kita.

Setelah itu selesai, mari pasrahkan hal tersebut kepada Alloh. Do’akan kami selalu, doakan anak-anak kita tercinta sehingga mereka mampu melalui setiap tantangan yang muncul dalam proses mencari versi terbaik diri mereka.

In sya Alloh hati tenang, perpulangan lebih menyenangkan. 🙏😘

  • – miss. Umami-

Comments

comments

Leave a Reply