Over

120,000

Worldwide

Saturday - Sunday CLOSED

Mon - Fri 8.00 - 18.00

Call us

 

Pencapaian Santri Jagat ‘Arsy; Khatam Membaca Al-Qur’an 3 Kali dalam Setahun

pesantren di tangerang
Rasa-rasanya hampir pasti semua orang tua setuju jika mendidik anak itu susah-susah gampang. Apalagi ditengah-tengah kemajuan teknologi sekarang. Bandingkan saja sendiri, mana yang lebih sering anak-anak kita pegang? Al-Qur’an kah atau gadget kah? Mana yang paling membuat anak-anak kita resah? Saat mereka tidak membawa Al-Qur’an ke sekolahnya atau tidak membawa handphone? Lantas, dari 24 jam dalam sehari, berapa jam (ataukah menit?) anak-anak kita membaca Al-Qur’an? Lalu berapa jam anak-anak kita bermain gadget? Rasanya tak perlu menghitungnya pun kita sudah tahu jawabannya ya.
Namun, berbeda dengan santri Jagat ‘Arsy. Selain karena mereka hanya diperbolehkan mengakses gadget 2 hari dalam seminggu, intensitas mereka membaca Al-Qur’an pun benar-benar terpantau setiap harinya. Seperti pada hari rabu (4/10) kemarin, saat seluruh santri Jagat ‘Arsy, baik SMP dan SMA, tadarus melantunkan Kitab suci Al-Qur’an ba’da shalat Isya.
Siapa yang tak tergiur oleh banyaknya pahala yang  didapat dari membaca Al-Qur’an? Satu huruf diganjar 10 kebaikan. Tak terbayang berapa banyak amal kebaikan yang bisa dikantungi santri Jagat ‘Arsy dalam setahun. Seperti santri kelas 8, Salwa Putri Oktaviani, ia mengaku bisa 3 kali khatam (tamat) Al-Qur’an dalam setahun. “alhamdulillah setahun di jagat bisa mengkhatamkan (menamatkan) Al-Qur’an sebanyak 3 kali”, ujarnya. Subhanallah..
عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

Dimentori langsung oleh guru tahsin, Ms. Zahro, Salwa bisa dibilang merupakan santri yang cukup spesial dalam tadarus Al-Qur’an. “Salwa anaknya ulet. sering di beberapa kesempatan kalau lagi luang suka minta diperhatikan bacaannya” kata Ms. Zahro, pembina asrama yang hapal 30 juz tersebut. Imam Syafi’i pernah berkata:

أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ

Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas :
1). Kecerdasan
2). Kethoma’an (terhadap ilmu)
3). Kesungguhan
4). Harta benda (bekal)
5). Mempergauli guru
6). Waktu yang panjang.

Kesungguhan. Mungkin ini kata yang patut disematkan kepada anak seperti Salwa. Disaat anak seusianya lebih akrab bermain gadget, disini di Pesantren Jagat ‘Arsy, Salwa dan anak lainnya justru istiqamah membaca lantunan ayat suci Al-Qur’an. Wallohu a’lam.

Penulis: Fahmi Hayatudin

Comments

comments

Leave a Reply