Over

120,000

Worldwide

Saturday - Sunday CLOSED

Mon - Fri 8.00 - 18.00

Call us

 

Arti dari Sebuah Predikat “Pesantren Pancasila”

Predikat “Pesantren Pancasila” yang kini melekat pada Pesantren Peradaban Dunia Jagat ‘Arsy bukan tanpa alasan. Seperti yang kita ketahui bersama, sila pertama Pancasila adalah “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dalam penjabarannya, sila pertama ini mengandung banyak makna, tiga di antaranya: (1) percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, (2) hormat dan menghormati serta bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup, dan (3) saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Setidaknya, tiga kandungan dari makna Ketuhanan Yang Maha Esa ini telah dan terus membumi di Pesantren Peradaban Dunia Jagat ‘Arsy. Hal ini terbukti dari keterbukaan Jagat ‘Arsy dalam berkomunikasi dan berkomitmen penuh dalam menyambut, memperlakukan, dan memberikan yang terbaik bagi siapa pun yang menjadi tamu di Jagat ‘Arsy, tak perduli agama tamu tersebut apa, latar belakang mereka apa, dan hal ini merupakan cerminan nyata dari aplikasi pemaknaan Pancasila sila pertama. Sebagai informasi, pada Sabtu, 14 April 2018 lalu, Yudi Latif, Ph.D, Kepala BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) Republik Indonesia bertandang ke Pesantren Peradaban Dunia Jagat ‘Arsy, yang sekaligus sebagai momentum beliau untuk meresmikan pesantren yang terletak di BSD, Tangerang Selatan ini sebagai “Pesantren Pancasila”. Pada saat penandatanganan prasasti, Yudi Latif, Ph.D disaksikan langsung oleh  Guru Sufi Agung Abah Aos (Syeikh Muhammad Abdul Gaos Qs) dan pendiri Pesantren Peradaban Dunia Jagat ‘Arsy KH Budi Rahman Hakim, Ph.D, MSW (@abahjagat21) di Aula Shidrotul Muntaha, Pesantren Peradaban Dunia Jagat ‘Arsy, Serpong, Tangerang Selatan.

Comments

comments

Leave a Reply